Pages

Showing posts with label Some Words. Show all posts
Showing posts with label Some Words. Show all posts

Wednesday, April 6, 2011

Sanah Helwah


Sanah helwah Muslim Muharrik
(A wish for myself)
Mohd Ghaddafi Wahab
24 tahun already..
Ya Allah
Moga dengan bertambah usiaku
Bertambah jua amal ibadahku
Bertambah jua ketaatanku padaMu
Bertambah jua usahaku mendekatiMu
Bertambah jua cintaku padaMu....

Ya Allah
Sungguh aku tidak layak meminta yang berlebihan
Tapi aku mohon ya Allah
Bantulah aku menjadi yang soleh
Pada Tuhanku
Pada ibu dan ayahku
Pada sahabat-sahabat
Pada masyarakat
Pada isteriku kelak
Pada generasiku kelak...

Bantulah aku ya Allah..Hasbunallah wa nikmal wakil..

~TIADA TUHAN SELAINMU YA ALLAH!~




copy n paste
~Jazakillah cikwardah~

Monday, October 18, 2010

Menunggu Di Sayup Rindu

Menunggu Di Sayup Rindu

ooo... burungpun bernyanyi
melepas segala rindu
yang terendam malu
di balik qolbu

ooo...anginpun menari
mencari arti
apakah ini fitrah
ataukah hiasan nafsu

didalam sepi ia selalu hadir
didalam sendiri ia selalu menyindir
kadang meronta bersama air mata
seolah tak kuasa menahan duka

biarlah semua mengalir
berikanlah kepada ikhtiar dan sabar
untuk mengejar...

sabarlah menunggu
janji ALLAh kan pasti
hadir tuk mendatang
menjemput hatimu

sabarlah menanti
usahlah ragu
kekasihkan datang sesuai
dengan iman di hati

bila di dunia ia tiada
moga di syrga ia telah menanti
bila di dunia ia tiada
moga di syurga ia telah menunggu

Album : Senandung Langit
Munsyid : Maidany

Monday, March 22, 2010

Aku, prasangka, mereka...

kita hidup di tengah-tengah khalayak

yang selalu berbaik sangka..

***

alangkah berbahayanya

terlalu percaya pada baik sangka mereka

membuat kita tak lagi jujur pada diri

atau menginsyafi, bahwa kita tak seindah prasangka itu

***

tapi keinsyafan membuat kadang terfikir

bersediakah mereka tetap jadi saudara

saat tahu siapa kita sebenarnya

kadang terrasa, bersediakah dia tetap menjadi sahabat

saat tahu hati kita tak tulus, penuh noda dan karat

dan.. bersediakah dia tetap mendampingi kita di sepanjang

jalan cinta para pejuang

ketika tahu bahwa iman kita berlubang-lubang

***

inilah bedanya kita dengan Sang Nabi

dia dipercaya, karena dia dikenal

sebagai Al Amin, orang yang tepercaya

sementara kita dipercaya, justru karena

mereka semua tidak mengenal kita..

***

yang ada hanya baik sangka..

***

maka mari kita hargai dan jaga semua baik sangka itu

dengan berbuat sebaik-baiknya

atau sekurangnya dengan doa yang diajarkan lelaki

yang penuh baik sangka terhadap diri dan sesamanya

***

“ya Allah, jadikan aku lebih baik daripada semua yang mereka sangka

dan ampuni aku atas aib-aib yang tak mereka tahu..”

ini doa Abu Bakr

“ya Allah jadikan aku dalam pandanganku sendiri

sebagai seburuk-buruk makhluq

dalam pandangan manusia sebagai yang tengah-tengah

dan dalam pandanganMu sebagai yang paling mulia..”

***

-Salim A. Fillah-

Saturday, October 31, 2009

Segalanya Padamu



Alhamdulillah, kami telah memasuki ‘blok’ yang terakhir dalam proses pendidikan teori sebagai mahasiswa perubatan.Blok Family Medicine.InsyaAllah sebentar lagi kami akan memasuki area pendidikan profesi iaitu clinical years.Kuliah dimulakan dengan penayangan filem yang bertajuk ‘Lorenzos’Oil’.Walaupun tayangan filem itu cuma mengambil waktu yang tidak lama, tapi maksud yang ingin disampaikan dalam filem telah dijelaskan oleh lecturer pada masa tersebut.Setelah itu kami melanjutkan kuliah.

Sewaktu dalam kuliah saya bertemu dengan seorang sahabat, Bro X bukan dari kelas saya.Mungkin tidak sempat datang sewaktu kuliah pagi. Dia pada waktu itu sedang membaca buku bertajuk “Falsafah Hidup” oleh HAMKA.Kami sedikit bertukar-tukar pandangan mengenai beberapa perkara.Kebetulan pada waktu itu ada seorang rakan lain yang berminat untuk berdiskusi.Dan dia seorang non-muslim.Dia menyatakan bahawa kalau di dalam agama mereka tidak digalakkan membaca buku-buku mengenai falsafah.Takut nantinya akan terpesong dengan pemikiran penulis buku tersebut.Kami(saya dan Bro X) cuma saling berpandangan dan tersenyum.Rakan non-muslim ini juga banyak berdiskusi dengan saya mengenai agama kami masing-masing.Saya menghormatinya di atas minatnya untuk bersoal-jawab.Pernah suatu ketika, sewaktu kuliah elektif kami didatangi oleh wakil polis dari SUMUT untuk menjelaskan mengenai isu ‘Terrorisme dan Jaringannya di Indonesia’.Dan Alhamdulillah kami diberi rehat oleh lecturer atas permintaan daripada wakil polis tersebut untuk solat Zuhur.Masih ada lagi polis yang menjaga ketepatan waktu solatnya!Setelah waktu senggang itu, dia berpaling kearah saya dan tiba-tiba mengajukan pertanyaan,”Apa itu Jihad?”…Tergamam dan kelu lidah!!!Tapi otak tetap berfikir bagaimana caranya untuk menjelaskan kepadanya.Sedangkan orang Islam sendiri ada banyak versi pemahaman mereka mengenai perkara tersebut, inikan saya ingin menerangkan kepada non-muslim.Setelah dari itu saya cuba mendapatkan penjelasan mengenai masalah ini daripada berbagai sumber.Seandainya kita tiada pengetahuan mengenai masalah itu pasti amat sukar untuk menjelaskan kepada rakan-rakan muslim yang lain maupun non-muslim.Kadang-kadang kita menganggap perkara tersebut sebagai perkara yang ringan.Tetapi percayalah seandainya penjelasan kita yang benar mengenai isu ‘sensitif’ ini kepada rakan-rakan lain terutama non-muslim, secara tidak langsung kita dapat mengembalikan maruah umat Islam yang sedikit tercalar akibat sebuah ‘konspirasi’ yang besar ini(isu terorisme). Mengenai jawapan saya kepada rakan non-muslim itu kalau ada kesempatan saya akan menulisnya.

Berbalik kepada perbincangan saya dan Si Bro X tadinya, seusai kuliah dia bertanya kepada saya,”Ghad, apa yang awak tahu mengenai kerendahan hati?”Diam.Kemudian saya bertanya balik kepadanya,”Kalau menurut abang apa yang abang faham mengenainya?”.Soalan dibalas dengan persoalan.Kemudian dia menerangkan maksud kerendahan hati.Dijelaskannya ada dua aspek dalam kerendahan hati ini iaitu ‘izzah dan syaja’ah.Berbeza antara kerendahan hati dengan rendah diri.Bersunguh-sungguh dia menjelaskan kepada saya.Alhamdulillah kerana pada hari itu saya telah mendapat sedikit ilmu baru mengenai falsafah hidup.Thank you, Bro! Cuma pada waktu itu fikiran saya agak melayang mengenai matapelajaran kuliah mengenai ciri-ciri doktor keluarga.Saya memikirkan betapa sulitnya untuk menjadi seorang doktor yang benar-benar mengabdi pada profesinya.Mengenai KEWAJIBAN dan KEPERLUAN.Di mana perlu kita letakkan kewajiban dan bila pula kita akan mengutamakan sebuah KEPERLUAN.Entahlah….


(Mengharungi kehidupan ini bukan dengan ilmu dan akal semata-mati tapi memerlukan hati nurani dalam sebuah tindakan)

-Zaman muda-muda dulu-

Sunday, October 11, 2009

Penataan Diri



Waktu cukup banyak dihabiskan dengan perkara-perkara yang tidak berapa pasti
Tidak diketahui kenapa..
Fikiran banyak diperas untuk sesuatu yang belum tentu hasilnya baik atau buruk.
Tidak diketahui kenapa..
Hati banyak diingatkan pada sesuatu tanpa berhati-hati menilainya.
Tidak diketahui kenapa..
Diri terasa seperti kosong
Hampa
Dia kelihatan hidup
Namun hanya jasadnya sahaja yang hidup
Hatinya keras membeku...
Namun janganlah Kau matikan hati ini.

Ya Allah kepada-Mu ku pohon doa...
Tetapkan hati ini pada jalan-Mu
Wahai Tuhan Yang Membolak-balikkan Hati ini..
Tetapkanlah Hati kami di atas Agama-Mu...


Imam Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata:

Pada suatu hari saya pernah membonceng di belakang Rasulullah lalu beliau bersabda, “Wahai anak muda, sesungguhnya aku mengajarkan kepadamu beberapa kalimat.
Jagalah Allah, niscaya Dia juga akan menjagamu.
Jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya ada di hadapanmu.
Apabila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah.
Ketahuilah, andaikan saja umat seluruhnya berkumpul untuk memberikan kemanfaatan kepadamu mereka tidak akan bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaikan saja mereka bersatu untuk menimpakan kemudharatan terhadapmu, mereka tidak akan bisa memberikan kemudharatan itu terhadapmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembar catatan telah kering.”


Sebuah lagu yang ditulis oleh Aa-Gym.Bait-bait daripada liriknya begitu dalam maksudnya.Sama-samalah kita menghayati lagu ini.

Jagalah Hati

Jaga.. Jaga... Jaga... Jaga... Jagalah hatimu
Jangan... Jangan... Jangan biarkan kotori hatimu

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya illahi

Bila hati kian bersih, pikiran pun kian jernih
Semangat hidup kan gigih, prestasi mudah diraih
Namun bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Ahlak kian terpuruk, jadi mahluk terkutuk

Bila hati kian suci, tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Namun bila hati keruh, batin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh, dengan Allah kian jauh

Bila hati kian lapang, hidup sempit tetap senang
Walau kesulitan datang, dihadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya makin rumit
Seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit


Sunday, August 30, 2009

Coretan malam merdeka...

Assalamualaikum w.b.t..

Alhamdulillah kita telah berjaya menghampiri stage II bulan ramadhan 1430H.Bersyukur kita kerana masih lagi diberikan peluang untuk meneruskan hidup untuk menjalani ibadah puasa pada tahun ni..

Sebenarnya saya ada banyak perkara untuk dikongsikan bersama.Tapi tak mungkin dapat ditulis dalam semua entry kali ni.Banyak perkara yang telah saya hadapi dalam permulaan sem 7 kali ni.Semoga semuanya ada 'ibrah buat diri yang masih lemah ini.

Beberapa hari yang lepas, saya ada menghubungi emak di kampung.Dia baru lepas solat tarawih.Orang kate sebagai pengubat rindu, tapi bagi saya itu memang sudah kewajipan seorang anak.Kami berborak banyak hal.Dari masalah kesihatan sampai kepada perkembangan adik-adik saya di sana.Di akhir perbualan kami beliau memberitahu saya mengenai kematian sepupu kepada ayah saya akibat stroke(angin ahmar).Arwah memang mempunyai riwayat penyakit yang kronis.Dengan penyakit kencing manis, darah tinggi.Suaminya baru sahaja meninggal tak sampai setahun yang lalu dengan masalah kanser paru.Bila teringatkan mereka, sayu rasanya hati ini..Betapa mudahnya mereka kembali kepada Sang Penciptanya.

Baru-baru ini dunia nasyid tanah air kehilangan seorang munsyid dari kumpulan Rabbani, Ust. Asri.Kehilangannya amat terasa bagi penggemar nasyid yang bercorak 'pop rock' itu.Saya juga ada meminati lagu-lagu beliau.Semoga itu menjadi pemberat kepada amal beliau di akhirat kelak.Beberapa hari yang lepas jugak salah seorang rakan saya kehilangan ayahnya akibat kanser jugak.Kanser usus.Tapi kes ayah die ni dah tenat.Dah terminal stage.Kalau dalam istilah perubatan tu hanya tindakan paliatif sahaja yang dapat dilakukan.Saya mendapat berita mengenainya selepas bermain futsal dalam pukul 11 malam.Kami sempat pergi ke rumahnya untuk membacakan surat yasin bagi arwah ayahnya.Semoga dia tabah menghadapi ujian ini.
Kita sama-sama doakan yang terbaik bagi mereka dalam menghadap Allah s.w.t nanti..Berhubung dengan perkara ini, jadi pada kali ini saya ingin berkongsi mengenai kanser.

Viral Oncogen

Alhamdulillah jugak kerana exam final blok elektif pun baru je habis.Untuk sem 7 ni kami diberi pilihan untuk mengambil elektif infectious atau viral oncogen.Setelah berbincang dengan beberapa orang sahabat, kami memilih untuk mengambil viral oncogen.Blok ini sangat menarik bagi saya untuk mendalami penyakit-penyakit kanser yang disebabkan oleh jangkitan virus.Antara yang menjadi topik kuliah adalah mengenai kanser hati, nasofaring dan juga kanser serviks.Kami juga diberi kuliah mengenai biologi molekular mengenai mekanisma kerja daripada sel-sel kanser ini.Sangat-sangat menarik...Baiklah, saya cuba berkongsi sedikit pengetahuan secara umum mengenai topik ini.




Mungkin kita masih ingat mengenai kitar sel sewaktu di sekolah menengah dulu.Mengenai mitosis dan juga meiosis.Mitosis ni pembelahan sel yang sama dan hasilnya akan sama dengan induknya.Bilangan mengganda.Sementara proses meiosis pula berlaku pada sel-sel gamet seperti ovum dan sperma.Hasil pembelahan sel tersebut akan menjadi dua kali ganda dan anaknya akan mewarisi separuh daripada sifat induknya.Itu pelajaran sewaktu SPM dulu.Tapi untuk sekarang kami mempelajari lebih mendalam bagaimana sebenarnya proses kitar sel (mitosis) tersebut dan akibat daripada kerosakan pada proses tersebut.Dalam proses mitosis ini terdapat beberapa fasa bermula dari fasa G1, S, G2 dan M.Dan di setiap fasa ada prosesnya yang tersendiri.Semua sel-sel tubuh akan mengalami semua proses diatas dan proses tersebut dikawal oleh gene itu sendiri.Secara umumnya sel-sel ini akan mengalami tahap perkembangan dan persediaan untuk mengganda pada fasa G1 dan akan diteruskan kepada fasa S.Di sini sel-sel yang mengalami kerosakan akan diperbaiki dan sekiranya kerosakan tersebut terlalu banyak maka sel ini akan diperintah untuk mengalami APOPTOSIS(programmed cell-death).Selanjutnya, apabila perbaikan telah dilakukan maka fasa G2 akan dimulai.Pada fasa ini sel-sel ini akan mengalami persiapan untuk pembelahan dan diteruskan dengan fasa M iaitu mitosis dan seterusnya kembali kepada fasa G1.Begitulah seterusnya dan seterusnya...(Betapa hebatnya kuasa yang mengatur semua ini)

Memang sangat kompleks dan teratur sekali proses yang terjadi di dalam tubuh kita ini.Apabila sel-sel tadi diserang oleh sebarang patogen(benda asing dari luar) seperti virus, maka akan terjadi perubahan dalam proses mitosis tadi sehinggakan ia akan memberikan dampak yang besar pada pembentukan suatu sel tersebut dan akan berubah menjadi sel-sel kanser yang membelah dengan cepat dan tidak terkawal lagi.Begitulah terjadinya kebanyakan kanser seperti kanser serviks, hati dan nasofaring ini.Dan tidak dinafikan ada lagi faktor atau penyebab lain yang dapat memicu proses ini berlaku.Perjalanan penyakit ini tidak terjadi dalam masa seminggu atau sebulan, tapi prosesnya terjadi selama bertahun-tahun.Dan yang menjadi kebimbangan adalah gejala penyakitnya hanya muncul setelah penyakitnya menjadi parah namun ada juga beberapa jenis kanser yang dapat diperiksa dari awal dan dicegah.

Namun lumrah manusia juga mungkin, kalau tidak ada apa-apa kesakitan mereka tidak akan menjalani pemeriksaan.Bila sudah sakit baru menjengah ke klinik atau hospital.Dan apabila diperiksa didapati mendapat kanser stage 2 atau 3.Mencegah itu lebih baik daripada mengubati.Apabila sudah perlu diubati, kita akan memikirkan mengenai biaya yang akan dikenakan dan sebagainya lagi.Mungkin ini juga salah satu perkara yang harus ditanam pada pemikiran masyarakat kita pada hari ini di mana banyak kes-kes yang terjadi akibat keterlambatan dalam menanganinya sehingga membawa kepada kematian.

Tak mungkin juga saya menulis semuanya di sini.Jadi saya akan sambung pada lain-lain waktu mengenai penyakit-penyakit di atas.

p/s: Selamat Hari Kemerdekaan buat negara-ku Malaysia kali ke-52.Berjauhan dari tanah air mengajar aku semangat cintakan tanah air.
(di puncak gunung Sinabung, membawa nama Malaysia.)

biar di caci
biar di hina
biar di keji
namun,
Malaysia
kau tetap tanah airku
tempat tumpahnya darahku
tempat perjuanganku


Sunday, March 22, 2009

Agar Engkau Bersujud Kepada-Nya

Aku namakan dirimu Muhammad Husain As-Sajjad, karena aku ingin engkau kelak akan banyak bersujud kepada-Nya

Oleh Mohammad Fauzil Adhim *

Aku namakan dirimu As-Sajjad, karena engkau lahir di saat orang-orang sedang bersujud ke hadirat Allah ‘Azza wa Jalla. Engkau lahir di saat bidan yang seharusnya menolong kamu, sedang memenuhi panggilan-Nya untuk melakukan shalat Subuh. Ketika manusia sedang mengagungkan asma Allah, engkau lahir di dunia ini. Nyaris tanpa pertolongan. Tetapi pertolongan siapakah yang lebih baik daripada pertolongan Allah? Sesungguhnya, sebaik-baik penolong adalah Allah. Maka kelak, ingat-ingatlah bahwa hanya kepada-Nya engkau menyembah dan meminta pertolongan.

Hayatilah setiap kali engkau membaca “IyyaKa na’budu wa iyyaKa nasta’in. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.”

Nak…

Ada lagi yang membuatku memberimu nama As-Sajjad. Engkau lahir di hari pertama bulan Ramadhan. Ketika itu ibumu baru saja selesai sahur, ketika ia merasakan tanda-tanda kelahiranmu, Nak. Engkau lahir di bulan yang paling penuh barakah; bulan yang di dalamnya terdapat satu malam dengan kemuliaan yang melebihi seribu bulan. Di bulan itulah, Nak Al-Qur’an diturunkan. Dan di bulan itu pula engkau dilahirkan.

Sungguh, tak ada yang kebetulan di dunia ini. Maka ketika kelak engkau mulai bisa memikirkan untuk apa engkau diciptakan, perhatikanlah langkahmu dan renungilah mengapa Allah takdirkan engkau lahir di bulan yang suci; di bulan yang manusia dan para malaikat mengagungkannya; sementara syaithan dibelenggu oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Di bulan itu, manusia belajar menahan diri –tak sekedar menahan lapar dan dahaga—agar mereka meraih derajat takwa.

Maka, aku sungguh berharap ini menjadi pelajaran bagimu untuk belajar menahan diri, bukan karena ingin mendapat penilaian manusia, tetapi agar meraih kecintaan Tuhanmu.

Janganlah engkau memalingkan wajahmu dari Allah Yang Maha Menciptakan, hanya demi meraih kecintaan dari makhluk-makhluk-Nya. Sesungguhnya selain Allah adalah fana. Betapa banyak orang yang mengikrarkan cintanya dan tak lama sesudah itu ia mengingkari ikrarnya sendiri. Betapa banyak orang yang mengaku mencintai saudaranya dengan tulus, padahal yang mereka cintai hanyalah parasnya. Cinta itu awalnya meluap-luap, dan setelah dimakan usia, tak tahu lagi kemana cinta harus dicari. Jika engkau mencari cinta mereka, mungkin mereka akan mengelu-elukanmu ketika ada yang bisa didapatkan darimu. Tetapi sesudah itu, tak ada sedikit pun jaminan bahwa mereka tidak akan meninggalkanmu.

Sungguh, telah banyak berlalu ummat-ummat sebelum kamu. Maka berjalanlah di muka bumi, dan lihat kesudahan orang-orang terdahulu. Telah banyak orang yang menghabiskan waktunya dengan bekerja keras untuk memperoleh tepuk tangan dan decak kagum manusia, tetapi sesudah masa bertukar dan zaman berganti mereka tak lagi dikenali. Dan sesudah itu, sebagian di antara mereka terpuruk oleh kesedihannya sendiri, dan sebagian lainnya tersadar sehingga segera berlari kepada Allah.

Alangkah fana, Anakku. Alangkah fana…. Maka apakah engkau akan sibuk mengejarnya?

Sementara apabila engkau meraih kecintaan Tuhanmu, Anakku, Ia akan memaklumkan kecintaan-Nya kepada para malaikat. Lalu para malaikat itu akan memaklumkan kecintaan itu kepada hati manusia, sehingga mereka berbondong datang kepadamu sekalipun engkau bersembunyi di balik goa. Mereka datang kepadamu dengan penuh kecintaan, dan kecintaan itu datang dari Tuhanmu. Mereka akan siap melindungimu dan membantumu, kapan saja. Tetapi jangan engkau keliru menyangka, sehingga menganggap mereka sebagai penolongmu.

Tidak.

Sekali-kali tidak. Sesungguhnya tidaklah mereka menjadi penolongmu melainkan karena Allah semata.

Anakku…

Kunamakan engkau Muhammad Husain As-Sajjad agar engkau bersujud kepada-Nya. Sujudkan badanmu agar engkau termasuk golongan orang-orang ahli ‘ibadah. Sujudkanlah hatimu agar engkau menjadi seorang mukmin; seorang yang mengimani-Nya dengan lurus. Sujudkanlah pikiranmu agar engkau termasuk golongan ulil-albab.

Sujudkanlah jiwamu agar engkau menjadi seorang yang mencapai derajat ihsan, karena engkau senantiasa berada pada situasi seakan-akan engkau melihat Tuhanmu. Dan apabila engkau tidak melihat Tuhanmu, engkau yakin dengan sepenuh hati bahwa Ia mengawasimu.

Sujudkan pula harta dan duniamu, agar tidak pernah menguasai hatimu. Sesungguhnya harta itu letaknya dalam genggamanmu. Bukan pada hatimu. Apabila harta itu engkau letakkan di tanganmu, maka engkau akan ringan hati membelanjakan di jalan-Nya. Tetapi apabila harta itu engkau simpan dalam hatimu, maka sedikit saja yang berkurang, akan dapat menggelisahkan dirimu sehingga dengan itu justru harta yang sedang mendekat kepadamu, akan berlari sejauh-jauhnya.

Husain Anakku….

Sesungguhnya harta yang akan menjadi milikmu kelak di Yaumil-Qiyamah adalah yang engkau belanjakan di jalan yang benar. Setiap keping yang engkau jadikan shadaqah, ia akan tetap menjadi milikmu sampai Hari Kiamat. Setiap keping yang engkau bayarkan sebagai zakat, ia akan menjadi pembelamu di hari ketika tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Allah semata.

Setiap keping yang engkau belanjakan untuk keluargamu, untuk anak-anak yatim, untuk jihad fii sabilillah, untuk amar makruf nahy munkar, untuk mengongkosi perjalananmu melakukan kebaikan, maka ia tetap menjadi milikmu dan senantiasa berlipat kebaikannya hingga engkau berjumpa di Hari Akhir kelak. Ia akan mengantarmu ke surga atas perkenan-Nya. Insya-Allah.

Tetapi, Nak…

Karena sekeping uang pula manusia bisa terhalang dari Tuhannya. Tidaklah disebut pendusta agama orang yang pendek-pendek do’anya dan ringkas shalatnya. Tidak.

Tetapi tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mengajurkan memberi makan orang miskin. Maka, kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yakni orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna. Begitu peringatan Tuhanmu dalam surat Al-Maa’uun. Kelak engkau bisa membacanya dalam Al-Qur’an.

Hanya Do’a Yang Kupinta Apa yang kuharapkan dengan pesan-pesan ini, Anakku?

Aku sayangi dirimu sejak engkau belum dilahirkan; Aku tunggui persalinan ibumu hingga terdengar tangismu; Aku bersihkan darah yang mengiringi kelahiranmu dengan tanganku sendiri; Aku temani masa-masa bayimu dengan membacakan do’a di telingamu; Aku ciumi dirimu sebagaimana Rasulullah saw. mengajarkan; Dan aku nanti engkau beranjak besar, lalu kutulis pesan ini, tidak lain hanyalah berharap engkau kelak menjadi orang shalih yang memberi bobot kepada bumi ini dengan kalimat laa ilaaha illaLlah. Betapa pun bapak dan ibumu hanya dua orang yang lemah imannya, lemah ilmunya dan lemah jiwanya. Tidak ada kekuatan kecuali semata-mata dari-Nya.

Besarnya pengharapan inilah yang menjadi kekuatan bapak ibumu dalam mengasuh dan membesarkanmu. Kalau kemudian kelak engkau menjadi anak yang shalih –dan bapak ibumu senantiasa berharap dengan penuh kesungguhan—maka tidak ada yang lebih berharga untuk diharapkan darimu melebihi do’a-do’a yang engkau panjatkan dengan tulus kepada Allah ‘Azza wa Jalla bagi kedua orangtuamu ini. Harapan inilah yang membuat bapak ibumu bersedia mengorbankan apa saja, termasuk kesehatan, asalkan kelak engkau termasuk di antara waladun shalihun yad’ulah. Anak shalih yang mendo’akan.

Inilah yang senantiasa merisaukan orangtuamu, Anakku, bagaimana mengantarkan engkau menjadi waladun shalihun yad’ulah. Jika engkau termasuk anak yang shalih, maka setiap perbuatanmu dapat menjadi kebaikan bagi orangtuamu. Dan jika engkau mendo’akan bapak ibumu, maka Allah akan bukakan pintu-pintu kebaikan.

Kebaikan itu akan terus mengalir apabila engkau mendo’akan, sekalipun bapak ibumu telah berselimut kain kafan.

Tetapi sekedar mendo’akan, Anakku… tanpa ada keshalihan yang mengiringi do’a-do’a itu, rasanya akan sia-sia. Sebab, seperti yang engkau baca, anak-anak yang bisa menambah catatan kebaikan bagi kedua orangtuanya sesudah kematian menjemputnya adalah anak-anak shalih yang mendo’akan. Ini berarti engkau harus menjadi manusia shalih ketika mendo’akan.

Tanpa keshalihan, do’a itu akan melayang begitu saja. Apalagi do’a itu bukan engkau sendiri yang mengucapkan. Dan betapa banyak kulihat, di kala seorang anak Adam meninggal dunia, para tetangga mendo’akan si mati, sementara anak-anaknya mengaminkan pun tidak. Mereka menyibukkan diri dengan makanan yang akan dihidangkan.

Sungguh, sesuatu yang absurd. Lebih-lebih di antara para pendo’a itu terkadang ada yang menjadi ahli maksiat. Wallahu a’lam bishawab.

Penulis adalah kolumnis majalah Hidayatullah

Friday, March 13, 2009

Setetes Embun Cinta Niyala


Mas kahwin untuk bidadariku adalah sekuntum bunga melati

yang kupetik dari sujud sembahyangku setiap hari

buah cintaku dengan bidadariku

adalah lahirnya sejuta generasi teladan

yang menggendong tempayan-tempayan kemanfaatan

bagi manusia dan kemanusiaan

pada setiap tempat, setiap zaman

mereka lahir demi kesejatian sebuah pengabdian

dalam abad-abad yang susah, abad- abad tidak mengenal Tuhan

abad-abad hilang naluri kemanusiaan

abad-abad berkuasa rezim-rezim kemungkaran

dan mereka tetap kekar dan setia

membela kebenaran dan keadilan


Estafet perjuangan kami berkelanjutan

sambung-menyambung setiap generasi

tak berpenghabisan, terus bergerak

mengaliri ladang-ladang peradaban

seperti cintaku pada bidadariku

yang terus tumbuh semakin subur dari hari ke hari

laksana kalimat - kalimat suci

di hati para salehin dan dihati para nabi

“Orang yahudi mengawinkan anaknya dengan seseorang karena harta. Orang nasrani mengawinkan karena keindahan. Dan orang arab mengawinkan karena nasab dan keturunan. Sedangkan orang muslim mengawinkan anaknya karena melihat iman dan takwa. Anda tinggal memilih, masuk golongan manakah anda? “-dikutip dari karya Habiburrahman El-Shirazy-